Sabtu, 08 Juni 2013

TITIK DI ANTARA KOMA-KOMA ITU

Ku temukan di suatu titik yang tak berujung pada suatu yang telah usai..
Ku dekati dan berharap dapat menjamah titik itu..
Titik yang dimana tak akan lekang oleh setiap nafas kehidupan yang berhembus..
Mengetahui setiap hadir dan jejak langkah yang berlalu tapi tak pernah singgah..
Berdesir seiring dengan berjalannya waktu..

Kemana kan ku dapat pelipur lara di setiap kekosongan yang berlalu dan singgah..
Kekosongan itu bukan berarti benar-benar berwujud..
Dia itu sebuah rasa yang tak dapat dikatakan sebagai wujud..

Kutemui suatu wujud yang mengaku dia sebagai titik..
Titik yang entah sejak kapan ku dambakan..
Seakan menerka-nerka..
Dia bukan lagi satu..
Dia itu.. sudah jadi mereka..
Mereka yang berbeda namun sama maupun bersatu menjadi satu kata..
Mereka yang berujar..
Menamakan diri mereka sebagai titik pula..

Baiklah katakan saja bahwa kalian titik..
Titik yang tiada arti sungguhnya..
Kalian titik.. tapi bagiku kalian koma..
Koma yang hanya sebagai pemberhentian sementara yang tiada berikan suatu kepastian..
Bukan suatu pemberhentian akhir..

tak terkira..
Koma-koma  yang lain berurutan datang..
Mengaku pula sebagai titik..
Padahal jelas terpampang mereka hanyalah koma-koma..
Yang menyelinap disetiap barisan urutan kalimat yang terbentuk dari unsur kata-kata yang bermula dari rangkaian huruf- huruf..
Mereka seperti bersuara..
Dan ingin bersuah dengan ku..

‘aku titik mu.. aku titik mu.. datanglah dan masuklah kesetiap alur hidupku.. ayo.. aku titik mu’

Seakan enggan pergi..
Seakan ingin terus mengikuti setiap kedatangan maupun kepergianku..

Hampa...
Yah... 5 huruf itu..
H
A
M
P
A
Hadirku Antara Menanti atau Pergi Akhirnya..
Hallah..
Bicara apa aku?
Unsur kata yang tak jelas namun seakan-akan jelas dan berkesinambungan..

Lamban laun ku sadari..
Tiada titik yang dapat menjadi suatu pemberhentian kata-kataku bahkan kalimat-kalimat ku..
Tiada saat ini..
Tiada...
Ku sadari..
Semuanya semu...
Titik-titik semu..
Ku ketahui..
Benar adanya..
Saat ini hanyalah koma-koma yang dapat singgah..
Koma-koma yang ingin membuang ekornya dan berubah menjadi sebuah titik yang tak semu lagi bagiku..
Tapi tidak..
Aku tak ingin koma-koma.
Aku hanya ingin satu koma yang benar-benar mengorientasikan semuanya pada satu titik..
Yah.. aku...
Tiada ingin menjadikan semuanya sebagai ego..
Tapi ingin menjadikannya .. yah anggap saja sebagai pelajaran ..
Pelajaran bagi koma dan kalimatku..
Bahwa satu kalimat hanya membutuhkan satu koma..
Tiada lebih dari satu..
Tiada dua maupun tiga apalagi empat..

Mengharap yah.. hanya bisa mengharap..
Kelak semuanya akan menjadi sebuah paragraf..
Tidak!
Bukan paragraf..
Tapi sebuah cerita..
Sebuah cerita nyata kehidupan..
Yah..
Walau ku tahu.. disetiap cerita pasti banyak sekali koma maupun titik-titik yang menghiasi..

Namun, tidak..
Mereka bukan titik maupun koma yang kumaksud..
Titik maupun koma yang ingin berubah jadi titik yang ku maksud adalah..
Seketika ketika cerita di dalam wacana itu..
Tidak bukan dongeng..
Ku ingin realita..
Realita yang dipenuhi dengan berbagai keajaiban..
Yah...

Di penghujung cerita nyata itu..
Ku inginkan satu titik yang dapat berkata dan berwujud pula..
Inginkan dia berujar :
dulu aku hanyalah koma bagimu.. koma yang sangat bersemangat untuk mematahkan ekorku untuk menjadi titik mu.. dulu kau hanya menganggap aku sebagai penghias setiap kata-katamu.. bahkan jikalau bisa lebih aku akan menghiasi setiap kalimat-kalimatmu yang tersusun menjadi sebuah paragraf.. tapi kau berujar tidak mungkin dan tiada akan pernah aku kan menjadi titik terakhir di cerita kehidupan mu.. tiada akan pernah.. tapi aku berusaha.. dan aku mengharapkan keajaiban.. keajaiban yang membuat kau percaya akan semuanya itu.. aku berjuang.. aku berusaha sangat keras..
Dan akhirnya.. kerjakerasku berbuah manis.. aku ada.. aku ada dipenghujung cerita itu.. semuanya sekarang jadi nyata.. inilah.. inilah akhirnya..
Titik dan kalimat dipenghujung cerita indah itu akhirnya menjadi satu.. satu dan tak terpisah..
Ku harap kalimatmu tiada akan berlanjut.. 
Cukup berhenti di titik ku saja..

Semoga kan ku temukan titik itu pada dirimu.. 
Pada dirimu koma.. koma yang sekarang mendampingiku..
Koma yang berusaha jadi titik 
Cerita ku menunggumu..
Menjadi akhir.. 

Menunggu itu...
, ------------- .