Pagi ini aku lihat linangan air mata di pelupuk mata seorang yang selama ini aku kenal tegar, teguh pendirian, dan pendiam.
Linangan itu seketika terlihat oleh panca indera ku di saat ku sebutkan namanya..
Dia mendongakkan kepalanya dan berkata "ya?"
Lalu dia menunduk dan berusaha menahan linangan itu.
Sungguh aku tak menyangka wanita yg selama ini aku kenal tegar itu ...
Ya...
Hari ini aku melihat dia mampu menangis di dalam setiap tawa ceria dan sunyi senyamnya kebisuannya dalam diam.
Tapi..tidak...
Linangan itu tidaklah merembes ..
Tidak...
Hanya tertahan di sela-sela tatapannya...
Bahkan sekarang dia mampu tertawa..
Ya..
Tertawa...
Entah itu sungguh atau hanya keterpaksaan yg memaksa diri selalu ceria..
Ya
Sekarang aku tahu bagaimana wanita tegar menahan setiap derap kesedihannya...
Dia tidak keras
Tidak pula munafik..
Dia hanya ingin tak semua orang tahu dan merasakan..
Itu saja.
Linangan itu seketika terlihat oleh panca indera ku di saat ku sebutkan namanya..
Dia mendongakkan kepalanya dan berkata "ya?"
Lalu dia menunduk dan berusaha menahan linangan itu.
Sungguh aku tak menyangka wanita yg selama ini aku kenal tegar itu ...
Ya...
Hari ini aku melihat dia mampu menangis di dalam setiap tawa ceria dan sunyi senyamnya kebisuannya dalam diam.
Tapi..tidak...
Linangan itu tidaklah merembes ..
Tidak...
Hanya tertahan di sela-sela tatapannya...
Bahkan sekarang dia mampu tertawa..
Ya..
Tertawa...
Entah itu sungguh atau hanya keterpaksaan yg memaksa diri selalu ceria..
Ya
Sekarang aku tahu bagaimana wanita tegar menahan setiap derap kesedihannya...
Dia tidak keras
Tidak pula munafik..
Dia hanya ingin tak semua orang tahu dan merasakan..
Itu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar