Senin, 16 Juni 2014

Untuk yang tak terlupa (kecewa)

Aku masih ingat betul tentang hal itu. Hal yg sampai sekarang masih membuatku tak bisa melupakan sesuatu yg membuat mood disaat masa ujian itu kacau. Bahkan bila dia sekalipun guru mu sendiri.

15 April 2014
Pagi itu adalah hari kedua ujian nasional 2014 dengan mata pelajaran yg menurut sebagian besar para pelajar adalah mapel mematikan. Iya, matematika.
Seharusnya aku datang lebih pagi agar bisa menenangkan diri lebih lama, namun hari itu aku datang ke sekolah jam 7 kurang 10 karena paginya aku masih sibuk belajar dengan materi-materi sulit itu.
Sesampainya di sekolah.
Ada sebuah pesan dari nomor tak di kenal masuk d hp ku. Aku pun langsung membuka dan membaca. Alangkah terkejutnya. Bukan sms penyemangat untuk mengerjakan soal ujian ataupun sejenisnya. Melainkan sms bernadakan sinis yg menyiratkan kemarahan.
Dari gaya smsnya aku sudah bisa menebak siapa itu dia.
Tapi aku tak mau mengambil pusing untuk sementara waktu. Toh hari ini aku harus relax dan tak banyak pikiran.
Tapi JUJUR . SMS itu tlah membuat separuh nyawa mood ku HILANG!

Sepulangnya dari ujian yg melelahkan itu karena jujur sangat memeras otak sampai sekering-keringnya aku menyempatkan diri untuk membalas sms itu.

Aku bertanya siapa dia .. walaupun aku sudah bisa menebak siapa dia.
Dan..
Viola...
Yea...
Benar sesuai dengan tebakan ku tadi. Dia yg mesms ku.

Aku terbiasa memanggilnya kk.. karena aku menaruh hormat kepadanya.. walaupun hubungan kami dulu sempat tak baik. Tapi aku menghormatinya karena dia juga
Yg belakangan itu sering memberikan aku ilmu yg sampai detik ini aku ingat. Terima kasih.

Aku sebisa mungkin untuk membalas sms itu dengan nada yg sabar dan dg sopan.
Namun apa? Balasan yg aku terima?
Hm .. wajar tidak kalau aku turut emosi sehingga menyebut dia yg biasa ku panggil kakak dengan sebutan "ANDA"

Kalau boleh jujur sakit hati yg tak terkira membaca isi sms dia. Apalagi ditambah dengan hal-hal lain yg dulunya membuat kita lenggang.

Kamu yg dulunya aku anggap dewasa,baik,lembut ternyata tak seperti yg aku kira. Apa hanya kepadaku kamu seenaknya berlaku seperti itu? Apa krn aku selalu diam? Mengalah? Hanya demi keegoisan kamu semata?

Cukup. Saat itu aku benar-benar marah dan kecewa. Terlebih lagi larangan mu itu untuk ke tempat bimbel. Membuat ku semakin geram.

Tanpa kamu sadari kamu telah merusak MOOD ku di 2 hari terakhir ujian yg menentukan hidup ku!

Kamu minta maaf? Ya aku maafkan.
Tapi asal kamu tahu. Wanita seperti aku memang mudah memaafkan mu bila emosi ku sudah redah . TAPI, sangat sulit bagiku untuk melupakan HAL itu !

Tadi aku baru saja lihat tweet mu menyemangati murid-murid mu yg akan mengikuti SBMPTN besok.
Oh ya...
Aku tahu sekarang bagaimana perlakuan pembeda itu..
Dan aku tahu aku memang kamu bedakan diantara yg lainnya :)

Disaat yg lain . Para anak didik mu yg lain kamu beri semangat. Padahal jujur kalau aku boleh berkata UJIAN NASIONAL dengan SBMPTN penentu masa depannya sungguhlah masih 1 langkah lebih berat UJIAN NASIONAL.
Tapi apa?

Apa yg kamu berikan kepada ku di waktu ujian penentu hidup ku itu?
Semangat? Bimbingan belajar?
Doa ?
Apa?
Yg kamu beri itu hanyalah sakit hati. Ya sakit hati dari setiap sikap dan tutur kata mu! Butiran bening pembawa kekecewaan
Apa aku berbeda dengan yg lain?
Oh ya aku pernah jadi orang special di mata kamu walau itu cuman sesaat..
Ya orang special mu, walau aku pun sebenarnya tak tahu saat itu nyata atau kah hanya pelampiasan mu.

Aku tak peduli dengan konflik kita yg lampau. Aku selalu memaafkan mu di setiap detik sebelum kamu meminta maaf ataupun bahkan disaat senyapnya kediaman mu yang membisu.
Aku ikhlas dengan itu..

Tapi, kamu koyak lagi keikhlasan ku disaat 2 hari terakhir penentu masa depan ku.
Dan itu. Hal . Yang . Sangat . Tidak . Bisa. Aku lupakan. :)

Bahkan mungkin maaf ku itu tidaklah 100% ikhlas walaupun aku tahu itu hal yg tidak baik.
Namun sangat dan teramat jujur saat ini aku m.a.s.i.h
KECEWA.

:)
Buat kamu yg sudah lupa dengan aku .. Aku serpihan masalalu mu yg tak pernah kamu kenang maupun kamu hiraukan :)

Tidak ada komentar: